MEMAHAMI PERILAKU STAKEHOLDERS INDONESIA DALAM ADOPSI IFRS: TINJAUAN ASPEK KEPENTINGAN, BAHASA, DAN BUDAYA

Sujoko Efferin, Felizia Arni Rudiawarni

Abstract


This study examines the dynamics of the implementation of IFRS in Indonesia and challenges faced by its stakeholders by using interpretive-qualitative research paradigm. In-depth interviews, observations, and documentary analysis were used during data collection processes. The results were then cross-examined through triangulation. More specifically, this study attempts to identify problems arised during the implementation and the responses of the stakeholders. The authors hope that the findings can enrich the literatures about the interconnectedness among accounting, culture, language, and stakeholders’ interests in the context of developing countries, especially Indonesia. Our results indicate that there is an interdependence among the stakeholders (regulator, auditor, user, preparer, and higher education institutions) in which there is no party that can individually ensure the successfulness of the IFRS implementation. Synergistic, long-term oriented collective efforts among those parties are required since they all have internal constraints that can inhibit the implementation. In addition, culture (including language) exacerbates the problems and, hence, require long-term, strategic responses in macro level. Finally, this study suggests seven propositions conditioning the effectiveness of IFRS implementation in a national context.

Keywords: IFRS, PSAK, language, culture, Indonesia

---

Studi ini mengkaji dinamika implementasi IFRS di Indonesia beserta tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan menggunakan paradigma penelitian interpretif-kualitatif. Wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen digunakan selama proses pengumpulan data untuk kemudian hasilnya ditinjau silang melalui proses triangulasi. Secara lebih khusus, studi ini berusaha mengidentifikasi problematika yang muncul dalam implementasi tersebut dan bagaimana respons para stakeholders selama ini. Penulis berharap temuan yang diperoleh dapat memperkaya literatur tentang keterkaitan antara akuntansi, budaya, bahasa, dan kepentingan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dalam konteks negara berkembang, khususnya Indonesia. Temuan yang ada mengindikasikan hubungan saling tergantung di antara para stakeholders (regulator, auditor, pengguna, preparer, dan perguruan tinggi) di mana tidak ada satu pihak pun yang secara sendirian mampu menjamin keberhasilan implementasi tersebut. Upaya kolektif yang sinergis dan berorientasi jangka panjang diperlukan karena masing-masing pihak memiliki kendala internal yang dapat menghambat implementasi IFRS tersebut. Selain itu, faktor budaya (termasuk bahasa) juga memperumit masalah. Hal ini membutuhkan solusi jangka panjang yang bersifat strategis dalam tataran makro. Studi ini mengajukan tujuh proposisi yang mengondisikan efektivitas implementasi IFRS dalam sebuah konteks nasional.

Kata kunci: IFRS, PSAK, bahasa, budaya, Indonesia


Keywords


IFRS; PSAK; language; culture; Indonesia

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21002/jaki.2014.08



Creative Commons License
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia by http://jaki.ui.ac.id/index.php/home is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats