FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI REMUNERASI DIREKSI: STUDI KOMPARASI PERUSAHAAN DI AUSTRALIA, SINGAPURA, INDONESIA, DAN MALAYSIA

Agung Nur Probohudono, Dwi Perwitasari, Rifky Pratama Putra

Abstract


The purpose of this paper is to analyze factors affecting directors’ remuneration. Factors tested in this study are distress status, company performance, ownership structure and board composition. Sample of this study is non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange, Malaysia Stock Exchange, Singapore Stock Exchange and Australian Stock Exchange. A total of 474 companies’ financial reports are used in this study for the period of 2011-2013. This study uses purposive sampling method to select the sample. This study uses multiple regression to examine factors that affect directors’ remuneration. The result shows that average of directors’ remuneration for distress and non-distress companies in Indonesia, Malaysia, Singapore and Australia is different. Singaporean firms tend to provide higher directors’ remuneration than other countries, while the lowest ones are Malaysian firms. The result shows that distress status, managerial ownership and ownership concentration affect directors’ remuneration, while the shareholder return, ROA and board composition do not affect the directors’ remuneration. This paper is beneficial to connect between remuneration and corporate performance when firms experience distressed and non-distressed. This paper also provides contribution for firms, investors and practitioners in issue related to directors’ remuneration.

---

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian remunerasi direksi. Faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah distress status, kinerja perusahaan, struktur kepemilikan, dan komposisi dewan. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Bursa Efek Malaysia, Bursa Efek Singapura, dan Bursa Efek Australia. Total sampel dalam penelitian ini adalah 474 laporan keuangan perusahaan selama periode 2011-2013. Sampel dipilih menggunakan kriteria tertentu (purposive sampling). Pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pemberian remunerasi direksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata besarnya remunerasi direksi pada perusahaan distress dan non-distress di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Australia berbeda. Perusahaan di Singapura merupakan perusahaan cenderung memberikan remunerasi direksi lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan di negara lain, sedangkan yang paling rendah adalah perusahaan di Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distress status, kepemilikan manajerial, dan konsentrasi kepemilikan berpengaruh terhadap pemberian remunerasi direksi,sedangkan imbal hasil pemegang saham, ROA, dan komposisi dewan tidak berpengaruh terhadap remunerasi direksi. Penelitian ini berfungsi untuk menghubungkan antara remunerasi dengan kinerja perusahaan ketika perusahaan mengalami kondisi distress maupun non-distress. Penelitian ini juga memberikan kontribusi kepada perusahaan, investor, dan praktisi dalam hal pemberian remunerasi direksi.


Keywords


directors’ remuneration; financial distress; company performance; ownership structure; board composition; remunerasi direksi; financial distress; kinerja perusahaan; struktur kepemilikan; komposisi dewan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21002/jaki.2016.03



Creative Commons License
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia by http://jaki.ui.ac.id/index.php/home is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats