FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PROCUREMENT FRAUD: SEBUAH KAJIAN DARI PERSPEKTIF PERSEPSIAN AUDITOR EKSTERNAL

Zulaikha Zulaikha, Paulus Th Basuki Hadiprajitno

Abstract


This study examines factors affecting fraud in the procurement of government’s goods and services from the independent auditor’s point of view. Based on fraud triangles and theory of planned behavior, this study proposes seven hypotheses which were tested using structural equation model (SEM)-partial least square. This study used primary data gathered by survey to auditors of Audit Board of the Republic of Indonesia in its head office and several selected representative offices. Respondents were asked to provide their answer/perception for questions in questionnaire regarding factors influencing the procurement fraud of government’s goods and services. The results show that the procurement frauds are significantly influenced by weaknesses in procurement system, lack of procurement committee’s quality, and the intention to engage fraud. Furthermore, the intention to engage fraud are influenced by attitude, subjective norms, and the perceived behavioral control. These findings suggest that procurement frauds are associated with individual factors as rationalization and opportunities. These factors could be considered when designing internal control structure to restrain fraud behavior.

---

Penelitian ini menguji faktor-faktor memengaruhi perilaku fraud dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah ditinjau dari perspektif persepsian auditor independen. Mengacu pada fraud triangle dan teori planned behavior, penelitian ini mengusulkan tujuh hipotesis yang diuji dengan structural equation model (SEM)-partial least square. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan metode survei kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat dan beberapa kantor perwakilan terpilih. Responden diminta untuk memberikan jawaban/persepsinya atas pertanyaan dalam kuesioner terkait faktor-faktor yang memengaruhi fraud atas pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraud pengadaan barang dan jasa pemerintah dipengaruhi secara signifikan oleh adanya kelemahan dalam sistem pengadaan, kurangnya kualitas pelaksana pengadaan, serta adanya niat fraud dari pelaksana pengadaan. Sementara itu, niat berbuat fraud dipengaruhi oleh attitude, norma subjektif, dan perceived behavioral control pelaksana fraud. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fraud dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat dikaitkan dengan faktor individual yang tercermin dalam rasionalisasi dan adanya peluang. Kedua faktor ini dapat dipertimbangkan dalam mendesain struktur pengendalian intern yang efektif dengan tujuan untuk mencegah fraud.


Keywords


procurement fraud; system weakness; subjective norms; attitude; perceived behavioral control; intention to engage fraud; fraud dalam pengadaan; kelemahan sistem; norma subjektif; sikap; perceived behavioral control; niat melakukan fraud

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21002/jaki.2016.11



Creative Commons License
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia by http://jaki.ui.ac.id/index.php/home is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats